Category Archives: Blog

Kumpulan Cerita dan Tulisan dari Irwan Maulana

Konveksi Online Baju Muslimah di Jakarta

Setelah beberapa bulan belakangan ini vakum dari dunia Internetan… Alias (Jarang Buka Laptop)… Ada info Penting Buat Dunia Fashion Muslimah.

Untuk Teman-teman yang kesulitan dengan pencarian Konveksi Online yg terpercaya dan mempunyai kualitas Jahit sekelas Butik… ini ada info menarik…

Konveksi Online Muslimah dengan Domisili di wilayah Bekasi, Khusus melayani Pemesanan Baju Muslim dari Mulai Gamis, Pashmina, Bergo , Baju Syar’i , dengan Pilihan Customize Ukuran dan Warna.

Jika anda adalah pemain Olshop yang sudah mempunyai toko Offline di daerah, Tempat ini sangat cocok untuk ber kerjasama, selain bisa dipasangkan lebel/ Nama Toko kita sendiri… serta melayani untuk dropship.

Untuk harga silahkan cek langsung Disini,

dan berikut aktifitas pemesanan selama Bulan Agustus dan September 2014.

Konveksi Online Muslimah Konveksi Online Muslimah Pengiriman Awal September 2014

Kerinduan Yang Mengangkasa

Sore menjelang Shalat Ashar, Mencoba membuka Email saya yang sudah lama ga dibuka-buka (Karena cuma buat sign in di aplikasi2 dan Game) dan ternyata terdiam dan Rindu dengan tulisan , canda, bersama keluarga – sahabat dulu di Riyadh.

Tulisan Ust. Abu Jafar membuka perjalanan dan kontrasnya kehidupan saat ini dengan 4-5 tahun yang lalu. berikut Tulisannya semoga bermanfaat :

KERINDUAN YANG MENGANGKASA

Saudaraku,
Beberapa hari lalu ada seorang sahabat yang berbisik, ‘Apa bedanya Ramadhan di Riyadh dan di tanah air?.’

Pertanyaan yang sempat membuat keningku berkerut. Namun tidak membutuhkan waktu lama telah kutemukan jawabannya. Tentu ada dua sisi perbedaan yang cukup kentara. Baik terkait dengan dunia maupun akherat.

Terkait dengan akherat:

• Shalat Tarawih, setiap malamnya sang imam membaca satu juz dari al Qur’an. Sementara di tanah air? Jauh dari itu walau tidak semuanya.

• Imam di sana disyaratkan hafizh al Qur’an, sementara di negeri ini bukan syarat mutlaq, terlebih di daerah pedalaman dan sepi dari keramaian.

• Setiap menjelang berbuka, di sana ada pengajian pengantar berbuka puasa (untuk para pendatang). Di sini cukup berbuka puasa bersama keluarga, sanak dan saudara. Walau sesekali ada acara buka bersama yang didahului dengan pengajian.

• Di sana ada kesempatan umrah ke baitullah. Baik di awal, pertengahan maupun di akhir Ramadhan. Bahkan banyak yang gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Sementara di sini? Kemauan dan kesempatan ada, tapi??? Silahkan dilanjutkan..

• Di sana, kita biasa menjadi makmum dalam shalat tarawih dan di sini sering didaulat menjadi imam tarawih dengan hafalan yang apa adanya dan seada-adanya.

• Di sana, suasana dan iklim ruhani sangat dominan. Di sini, lebih tampak peningkatan suasana jasmani.

Terkait dengan persoalan dunia:

• Di sana, di super market dan pusat-pusat perbelanjaan secara umum ada paket diskon besar-besaran. Sementara di sini ada program kenaikan harga bahan pokok, daging dan barang yang kelewatan.

• Di sana sekolah-sekolah libur. Di sini kita tetap antar jempu anak-anak sekolah.

• Di sana THR tak popular. Di sini kelewat popular.

• Di sana berbuka puasa dengan kurma dan syurbah. Di sini berbuka dengan kolak dan ta’jilan.

• Menjelang lebaran di sana adem ayem. Di sini harus menyiapkan lembaran-lembaran 20 ribuan untuk dibagikan kepada anak-anak di sekitar kita.

• Di sana, sepuluh hari terakhir Ramadhan sibuk merencanakan I’tikaf. Di sini sibuk menyiapkan kue lebaran dan membelikan anak-anak kita baju lebaran.

• Di sana makan daging terasa hambar. Di sini terasa di surga Firdaus, namun membuat bibir kita menjadi kesemutan.

• Dan lain-lain.

Walau tak dapat dipungkiri hati ini diapit rasa rindu menggebu terhadap Riyadh. Tapi hati ini tak kuasa meninggalkan negeri ini yang telah mengikat hati ini dengan cinta.

Saudaraku,
Di manapun kaki kita berpijak, selama rasa syukur menyelimuti hati. Jiwa tersuburi dengan iman. Tafakkur kita tak pernah suram. Insyaallah, kehidupan kita jalani dengan nyaman dan aman. Tanpa ada hambatan dan penyesalan.

Semoga dengan madrasah Ramadhan ini kita menjadi pemenang. Dijanjikan surga, penuh dengan pesona yang tiada bandingan.

Bukan menjadi pecundang, kalah dan tersisihkan. Yang berakibat penyesalan panjang. Di alam hadapan. Dalam siksa dan ancaman yang mengerikan. Semoga amien.

Metro, 15 Juli 2013″

Sumber : Disini